jpnn.com, JAKARTA - Sekretaris Jenderal organisasi massa Rekonsiliasi Masyarakat (Rekat) Indonesia, Heikal Safar menyampaikan duka mendalam atas wafatnya Eka Gumilar, ketua umum ormas tersebut.
Menurut Heikal, Eka adalah sosok seorang kakak, ayah atau saudara dan merupakan tokoh pemersatu bangsa Indonesia. yang sangat humanis dan bersahaja.
"Saya sebagai Sekjen Rekat Indonesia merasa sangat kehilangan. Beliau merupakan seorang figur panutan bagi kami, Ketua Umum Ormas Rekat Indonesia Almarhum Eka Gumilar, " ujar Sekjen Rekat Indonesia, Heikal dalam keterangan kepada sejumlah awak media di kantornya Jakarta Selatan, Minggu (15/2).
Menurut Sekjen Rekat Indonesia Heikal Safar bahwa Almarhum Eka Gumilar meninggal dunia dalam keadaan Husnul Khatimah, pada hari Sabtu 14 Februari 2026, Pukul 15.00 WIB di RSUD Bogor, Jawa Barat, Indonesia. Jenazah almarhum Eka dimakamkan di TPU Cimahpar, Kota Bogor.
"Saya selalu Sekjen Rekat Indonesia atas nama seluruh pengurus keluarga besar Ormas Rekat Indonesia mendoakan semoga amal baik almarhum Eka Gumilar selalu mendapatkan ampunan, keberkahan dan keridhaan Allah Subhanahu Wa Ta'ala. Semoga keluarga yang ditinggal, diberi kekuatan dan ketabahan oleh Allah SWT, " imbuhnya.
Organisasi Rekat Indonesia sebelumnya didirikan oleh Ketua Dewan Pembina Rekat Indonesia, Jenderal TNI (Purn) Ryamizard Ryacudu.
Dalam perkembangannya, organisasi itu kemudian dipimpin oleh almarhum Eka Gumilar.
"Beliau merupakan putra terbaik bangsa Indonesia, tokoh pekerja keras, juga pemberani dan sangat aktif dalam menyikapi dan menghadapi persoalan bangsa, sehingga dijadikan semangat semua anggota-anggotanya. Oleh karena itu, saya selaku Sekjen Rekat Indonesia serta seluruh pengurus dan anggota mencontoh suri tauladan dari semangat juang almarhum Eka Gumilar. Terutama dalam menghadapi berbagai riuk pikuk dan kekisruhan di negeri ini," pungkasnya. (flo/jpnn)



















































