jpnn.com, TAPANULI SELATAN - Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) bersama Pemerintah Kabupaten Tapanuli Selatan melaksanakan peletakan batu pertama pembangunan hunian tetap (huntap) bagi warga terdampak bencana hidrometeorologi di Desa Aek Latong, Kecamatan Sipirok, Sabtu (14/2).
Pembangunan huntap di atas lahan seluas 28 hektare ini merupakan bagian dari program pemulihan pascabencana yang ditujukan sebagai solusi jangka panjang bagi masyarakat yang kehilangan tempat tinggal akibat bencana di Sumatra Utara pada 2025.
Proyek ini direncanakan berlangsung bertahap dengan total 120 unit hunian.
Deputi II BAZNAS Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan M. Imdadun Rahmat mengatakan, pembangunan hunian tetap menjadi wujud nyata pemanfaatan zakat untuk membantu masyarakat bangkit dari keterpurukan.
“Ini adalah bukti bahwa zakat hadir sebagai solusi. Zakat bukan hanya ibadah personal, tetapi juga instrumen sosial yang membantu masyarakat keluar dari kesulitan dan bangkit kembali,” ujarnya.
Dia menambahkan, kolaborasi antara BAZNAS, pemerintah daerah, dan berbagai pihak menjadi faktor penting dalam mempercepat proses pemulihan pascabencana di daerah terdampak.
Bupati Tapanuli Selatan, Gus Irawan Pasaribu, menyampaikan apresiasi atas dukungan BAZNAS.
Dia menilai pembangunan hunian tetap sangat membantu percepatan pemulihan warga yang terdampak bencana.



















































