jakarta.jpnn.com - Ketua Umum Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda Al-Washliyah (PP GPA) Aminullah Siagian mendukung langkah pemerintahan Presiden Prabowo Subianto membereskan kekacauan di Bursa Efek Indonesia (BEI) setelah IHSG anjlok hingga sepuluh persen dan perdagangan dihentikan (trading halt), Rabu (28/1).
Aminullah menilai kejatuhan IHSG yang dipicu keputusan Morgan Stanley Capital International (MSCI) membekukan rebalancing indeks Indonesia merupakan tamparan keras bagi kedaulatan pasar modal nasional.
Dia mengatakan hal itu juga menjadi bukti nyata kegagalan tata kelola BEI serta lemahnya pengawasan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
“Ini bukan sekadar volatilitas pasar. Ini krisis kepercayaan. Pengunduran diri pimpinan BEI dan OJK bukan bentuk tanggung jawab, melainkan akibat langsung dari buruknya pengelolaan dan lemahnya pengawasan yang memberi ruang bebas bagi praktik penggorengan saham dan skema manipulatif,” ujar Aminullah di Jakarta, Minggu (1/2).
Menurutnya, kondisi tersebut dimanfaatkan bandar saham dan oligarki pasar yang bermain kotor, sedangkan investor kecil menjadi korban utama.
Dampaknya tidak hanya kerugian ritel domestik, tetapi juga sanksi indeks global dan derasnya arus modal keluar negeri.
Aminullah menyatakan dukungan penuh terhadap langkah Polri dan Kejaksaan Agung yang telah turun tangan mengusut persoalan ini.
Dia mendesak penegakan hukum dilakukan tanpa kompromi dan tanpa pandang bulu.
















































