jpnn.com, JAKARTA - Sekretaris Jenderal Golkar Sarmuji menyebut sistem multipartai sederhana menjadi metode yang tepat unntuk diterapkan di negara penganut presidensial seperti Indonesia.
Hal demikian dikatakan Sarmuji demi menjawan pertanyaan awak media soal kemungkinan penghapusan ambang batas parlemen atau parlementary treshold.
"Jadi apa saja instrumen apa saja yang yang bisa diterapkan untuk menuju sistem multipartai sederhana Golkar pasti akan setuju," kata dia ditemui di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (4/2).
Ketua fraksi Golkar itu menuturkan sistem multipartai sederhana bisa terjadi ketika negara menerapkan ambang batas parlemen atau parlementary treshold.
"Paling penting kita harus menyadari bahwa parliamentary threshold itu merupakan salah satu instrumen untuk menuju sistem multipartai sederhana," kata Sarmuji.
Namun, Sarmuji belum bisa mengungkap angka ideal parlementary treshold yang bakal diajukan Golkar pada Pemilu 2029.
"Ya, angka nanti bisa dibicarakan, ya, angkanya bisa dibicarakan berapa yang yang bisa disepakati bersama," ujarnya.
Sebelumnya, Waketum PAN Eddy Soeparno menyebut partainya mengusulkan ambang batas parlemen atau parlementary treshold dihapuskan.





















































