jpnn.com, JAKARTA - Hasil berbagai studi menunjukkan tingkat penetrasi asuransi di Indonesia saat ini masih rendah, dan berkisar di angka 2-3%. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa mayoritas keluarga masih rentan terhadap risiko finansial akibat kenaikan biaya kesehatan dan meningkatnya usia harapan hidup.
"Karenanya kami memperluas kegiatan edukasi dan peningkatan literasi keuangan masyarakat ke berbagai wilayah," kata Chief Marketing Officer Sun Life Indonesia, Maika Randini, Selasa (20/1).
Kampanye global Sun Life yang bertajuk "The One You Can Rely On" tersebut akan berlanjut ke Surabaya, Makassar, Tanjung Pinang, hingga Palembang, setelah sebelumnya di awali di Kota Bandung.
Kegiatan ini tujuannya untuk meningkatkan literasi dan inklusi keuangan.
Maika mengatakan, selama 30 tahun beroperasi, Sun Life telah bertransformasi menjadi "teman seperjalanan" bagi keluarga Indonesia. Fokus perusahaan kini bergeser dari sekadar penyedia perlindungan dasar menjadi mitra strategis dalam Legacy Planning (perencanaan warisan).
"Kami memahami setiap keluarga memiliki impian dan tahapan hidup yang berbeda," ujarnya.
Pihaknya hadir untuk memberikan solusi yang dapat disesuaikan, mulai dari kesehatan hingga membangun legacy untuk generasi mendatang.
Komitmen ini membuahkan hasil nyata dengan pertumbuhan signifikan sekitar 50% pada tahun 2025, yang membuktikan tingginya kepercayaan masyarakat terhadap Sun Life. Sedangkan dari sisi aset, hingga 30 September 2025, Sun Life Indonesia menunjukkan fundamental yang sangat kuat dengan total aset mencapai Rp19,74 triliun.






















































