jogja.jpnn.com, YOGYAKARTA - Eskalasi konflik antara Amerika Serikat-Israel dengan Iran mulai berdampak nyata pada sektor perdagangan internasional di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) DIY melaporkan bahwa para eksportir kerajinan lokal kini mulai merekayasa jalur pengiriman guna menghindari zona merah konflik.
Kepala Disperindag DIY Yuna Pancawati mengungkapkan bahwa langkah pengalihan jalur ini diambil agar rantai pasok ekspor ke pasar global, terutama Eropa, tidak terputus total.
Selama ini, jalur perdagangan dari Indonesia menuju Eropa sangat bergantung pada lintasan Timur Tengah dan Terusan Suez. Namun, risiko keamanan yang meningkat memaksa pelaku usaha mencari rute alternatif yang lebih aman meski berpotensi lebih kompleks.
"Mungkin jalur-jalur alternatif untuk ekspornya itu direkayasa oleh teman-teman. Tidak melewati Terusan Suez, tapi melewati yang lainnya," ujar Yuna di Yogyakarta, Senin (9/3).
Yuna mengatakan skema transit yang biasanya dilakukan di pelabuhan-pelabuhan Timur Tengah kini mulai digeser ke wilayah lain.
"Kalau memang harus ke Eropa, ya, transitnya tidak ke Timur Tengah lagi," imbuhnya.
Dampak konflik ini tidak hanya terasa pada jalur logistik, tetapi juga pada kehadiran pembeli (buyers) mancanegara.
Situasi geopolitik yang tidak menentu membuat minat kunjungan fisik dari investor Timur Tengah menurun drastis.

















































