jpnn.com - Kericuhan yang terjadi di Panipahan, Kecamatan Pasir Limau Kapas, Kabupaten Rokan Hilir, ternyata dipicu persoalan sepele di media sosial yang melibatkan dua orang ibu-ibu.
Wakapolda Riau Brigjen Hengki Haryadi mengungkapkan konflik bermula dari unggahan terkait pemberian uang THR kepada seorang anak yang kemudian memicu ketersinggungan.
“Awalnya keributan dua orang ibu. Salah satunya tidak terima anaknya diberi uang THR lalu diposting di media sosial. Dari situ berkembang, saling tuduh dan memancing emosi,” ujar Hengki, Senin (13/4).
Perselisihan tersebut sempat dimediasi di Polsek Panipahan. Namun, upaya damai tidak membuahkan hasil.
Konflik justru berlanjut di media sosial hingga memicu reaksi luas dari masyarakat.
Situasi yang memanas akhirnya berujung pada aksi massa dan perusakan di wilayah tersebut.
“Ini yang kita sebut kejadian kontinjensi, muncul secara tiba-tiba akibat konflik yang berkembang,” jelasnya.
Meski dipicu persoalan di media sosial, Hengki mengakui bahwa keresahan masyarakat terhadap peredaran narkoba di wilayah perbatasan itu turut menjadi faktor yang memperkeruh suasana.




















































