jatim.jpnn.com, SURABAYA - Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi marah ketika melihat lahan pengelolaan sampah tanpa izin di kawasan Keputih. Menurutnya, tindakan tersebut membuat pencemaran lingkungan.
Eri mengunggah video ketika mendatangi bangunan liar dan Tempat Pembuangan Sampah (TPS) ilegal di kawasan Keputih tersebut, ke akun Instagram pribadinya @ericahyadi_.
Dalam video itu, Eri awalnya meminta agar membongkar bangunan liar yang ada di tanah tersebut. Dia kemudian didatangi seorang pria yang mengaku mengelola lahan tersebut.
Eri sempat tersulut emosi karena merasa perkataannya disepelekan oleh pria tersebut. Namun, lelaki itu akhirnya meminta maaf atas perkataan yang dilontarkan.
Mengenai hal itu, Eri mengatakan pengelolaan sampah tidak bisa dilakukan secara sembarangan meskipun lahan yang dimanfaatkan untuk kepentingan itu milik pribadi.
"Jangan sampai air lindi itu akhirnya merusak tanah. Ketika ada tempat pemilahan sampah seperti ini, harus memiliki armada pembuangannya,” kata Eri di Balai Kota Surabaya, Jumat (21/8).
“Kalau sudah ada IPAL (instalasi pengelolaan air limbah), tempat pemilahan sampahnya juga harus sesuai standar," imbuh dia.
Eri menyebut pengelolaan sampah secara terbuka sudah diatur dalam perundang-undangan. Oleh karena itu, dia harus menertibkan aktivitasnya jika tidak sesuai dengan aturan.


















































