bali.jpnn.com, DENPASAR - Sinergi lintas sektor terus diperkuat untuk membentengi pelajar dari ancaman paham radikalisme, ekstrimisme dan terorisme.
Komitmen ini ditegaskan dalam Talkshow "Segitiga Ekosistem Perlindungan Anak di Lingkungan Sekolah" yang berlangsung di Gedung Presisi Polda Bali, Jumat (24/4).
Kegiatan strategis ini merupakan hasil kolaborasi antara Polda Bali, Densus 88 AT Polri, Disdikpora Bali, KPAD Bali, dan Kanwil Kemenag Bali.
Pertemuan ini menghadirkan tokoh penting seperti Wamen Kependudukan dan Pembangunan Keluarga Ratu Ayu Isyana Bagoes Oka, Gubernur Wayan Koster, serta Kapolda Irjen Daniel Adityajaya.
Pertemuan ini untuk merumuskan langkah perlindungan anak yang komprehensif di lingkungan pendidikan.
Mewakili Kepala Densus 88 AT Polri, Wakapolda Bali Brigjen I Made Astawa menekankan urgensi kolaborasi lintas sektor dalam membentengi anak-anak dari ancaman ekstremisme.
Ia menyoroti bahwa upaya yang selama ini dilakukan masih bersifat parsial dan belum terintegrasi secara maksimal.
“Ini menjadi tantangan bersama untuk memperkuat sinergi.


















































