jpnn.com, JEPARA - Program pengembangan budidaya padi biosalin di wilayah pesisir Kabupaten Jepara yang merupakan inisiasi dari PT Perusahaan Gas Negara (PGN) bersama Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) dan Pemerintah Daerah melampaui target luas panen di tengah kondisi cuaca ekstrem.
Dari target awal 20 hektare, realisasi panen mencapai 22 hektare pada musim tanam kali ini.
Keberhasilan ini mencerminkan ketahanan program dalam menghadapi tantangan iklim sekaligus menunjukkan potensi pendekatan biosalin sebagai solusi adaptif bagi sektor pertanian di wilayah pesisir yang seringkali terdampak intrusi air laut.
Berdasarkan hasil panen kali ini, produktivitas rata-rata tercatat sebesar 7–9 ton per hektare. Dengan demikian, total produksi mencapai rata-rata sekitar 176 ton gabah.
Dari sisi ekonomi, capaian ini menghasilkan nilai sekitar Rp1,23 miliar, dengan asumsi harga gabah Rp7.000 per kilogram.
Division Head Corporate Social Responsibility (CSR) PGN, Krisdyan Widagdo Adhi menegaskan keterlibatan perusahaan dalam program ini merupakan bagian dari komitmen untuk menciptakan dampak sosial yang berkelanjutan.
Dia menjelaskan, melalui program CSR PGN, perusahaan tidak hanya melakukan pendampingan secara intensif, tapi juga mendorong peningkatan kapasitas, serta transfer pengetahuan agar petani mampu mengadopsi praktik pertanian adaptif secara mandiri pada musim tanam berikutnya.
“Artinya, keberhasilan hari ini menjadi fondasi agar petani dapat terus berproduksi tanpa ketergantungan pada intervensi program di masa depan,” jelas Krisdyan.





















































