jatim.jpnn.com, SURABAYA - Pemerintah Kota Surabaya memangkas beasiswa Pemuda Tangguh mnejadi Rp2,5 juta untuk dua semester. Pemangkasan ini merupakan hasil evaluasi dan temuan di lapangan bahwa banyak anak pejabat yang mengikuti program ini.
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengungkap banyak praktik nakal yang diduga dilakukan para mahasiswa penerima beasiswa, yaitu memalsukan gaji orang tua di formulir pendaftaran kuliah dengan jumlah lebih tinggi sehingga Uang Kuliah Tunggal (UKT) tinggi.
"Hari Ini saya harus berani bongkar itu," ungkap Eri dikutip, Rabu (21/1).
Ketidakjujuran itu memberikan dampak negatif, pemkot harus menanggung tingginya jumlah UKT, bahkan pemkot juga menemukan anak pejabat masuk program Beasiswa Pemuda Tangguh dengan besaran sampai Rp15 juta per semester.
"Orang yang tidak mampu banyak maka kami harus merubah ini," ujarnya.
Pemangkasan beasiswa ini menurutnya sebagai bentuk kontrol agar program beasiswa tepat sasaran ke mahasiswa tidak mampu.
"Kalau dia itu masuk dalam keluarga yang pra sejahtera, aku yang datang ke kampusnya, tetapi kalau dia mampu, ya geser, saya kasih uang segitu (Rp2,5 juta per 2 semester) sisanya bayar sendiri, kan mampu," tuturnya.
"Sudah verifikasi ulang, dan semua anak-anak pejabat banyak," imbuh dia.



















































