bali.jpnn.com, DENPASAR - Gempa tektonik dengan magnitudo kecil yang terjadi secara beruntun (swarm) di sesar Lombok Utara berlanjut.
Berdasar data Balai Besar Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BBMKG) Wilayah III Denpasar, terjadi 212 gempa kecil terjadi sejak 5-8 Januari 2026 hingga pukul 08.55 WITA.
Ketua Kelompok Kerja Informasi Dini Gempa Bumi dan Tsunami BBMKG Wilayah III Dwi Hartanto mengatakan gempa kecil dan terjadi secara terus menerus biasanya lindu swarm.
“Gempa magnitudo kecil yang terus menerus terjadi itu menandakan adanya pelepasan energi di dalam bumi,” ujar Dwi Hartanto dilansir dari Antara.
BBMKG Denpasar mendata magnitudo gempa bumi tektonik itu berkisar antara 1,4 hingga 2,8.
Titik gempa atau episentrum mayoritas berada di laut, sebelah timur dan tenggara Kabupaten Karangasem, Bali, atau tepatnya di Selat Lombok bagian utara.
Mencermati lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, rangkaian gempa bumi tersebut tergolong gempa bumi dangkal dengan kedalaman bervariasi mulai 10 km hingga 47 km yang dipicu oleh aktivitas sesar aktif di dasar laut.
BBMKG Denpasar menambahkan berdasarkan dinamika bumi yang kompleks, gempa bumi hingga saat ini belum dapat diprediksi secara pasti.



















































