jpnn.com, BANDUNG - Kementerian Pekerjaan Umum (PU) telah merampungkan pengerjaan jembatan atau flyover Nurtanio yang melintas di atas jalur rel kereta api.
Namun, penyelesaian jembatan Nurtanio menimbulkan masalah baru. Pejalan kaki mengeluhkan akses mereka untuk melintas jadi tidak tersedia.
Perlintasan kereta api ditutup total sehingga masyarakat tidak bisa melintas melewati rel.
Pihak kementerian pun tidak membangunkan jembatan penyeberangan orang (JPO) untuk pejalan kaki.
Salah seorang warga yang hendak melintas yakni Hendi, harus melewati galian di bawah beton supaya bisa melintas melewati rel kereta api dari arah Jalan Abdul Rachman Saleh menuju Jalan LMU Nurtanio.
Menurutnya, penutupan secara permanen seharusnya dilakukan sebelum dibangunnya JPO.
"Saya memang jarang lewat, tetapi kan kalau ditutup gini sekarang jadi ga bisa (menyebrang). Tadi saya ngolong masuknya karena kalau lewat jembatan bahaya juga banyak kendaraan," kata Hendi, Jumat (9/1).
Tak hanya pejalan kaki saja, pedagang sekitar yang biasa bolak-balik di sekitar kawasan tersebut pun merasa tidak dianggap.












.jpeg)









































