jpnn.com, SUMBAWA - Upaya memperkuat pemahaman kebangsaan di kalangan generasi muda terus dilakukan melalui pendekatan yang lebih inovatif dan partisipatif.
Berangkat dari hasil evaluasi sosialisasi Empat Pilar MPR RI, Wakil Ketua Badan Penganggaran MPR Johan Rosihan bersama lembaga penelitian MY Institute menggagas sebuah program pendidikan kepemudaan yang diberi nama Sekolah Pilar Muda.
Program ini lahir dari refleksi terhadap berbagai kegiatan sosialisasi kebangsaan yang sebelumnya telah dilaksanakan di Kabupaten Sumbawa.
Pada Desember 2025, sosialisasi Empat Pilar MPR dilaksanakan di beberapa titik yang melibatkan pelajar SMP dan SMA, mahasiswa, komunitas pemuda, serta berbagai unsur masyarakat.
Dalam kegiatan tersebut tidak hanya dilakukan penyampaian materi mengenai nilai-nilai kebangsaan, tetapi juga dilakukan survei evaluasi kepada para peserta untuk mengetahui bagaimana generasi muda memandang kegiatan sosialisasi tersebut.
Hasil evaluasi menunjukkan temuan yang cukup menarik.
Para peserta pada umumnya menyatakan nilai-nilai kebangsaan tetap dianggap penting bagi generasi muda.
Namun, mereka juga menyampaikan metode sosialisasi yang dilakukan selama ini masih cenderung bersifat satu arah.






















































