Gerakan Ramah Bumi YA Ibad Masuk Agenda Global Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026

3 hours ago 22

Jumat, 12 Juni 2026 – 22:05 WIB

Gerakan Ramah Bumi YA Ibad Masuk Agenda Global Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026 - JPNN.com Jatim

Yayasan Ibadurrahman menggelar Sarasehan Nasional Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026. Gerakan Ramah Bumi mereka tercatat dalam peta kegiatan global UNEP. Foto: Source for JPNN

jatim.jpnn.com, SURABAYA - Yayasan Ibadurrahman (YA Ibad) menggelar Sarasehan Nasional Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026 bertema 'Community Signals for Climate Action' yang mempertemukan jamaah, pengurus, tokoh masyarakat, pemerhati lingkungan, serta perwakilan cabang dari berbagai daerah di Indonesia.

Kegiatan yang diselenggarakan secara daring tersebut menjadi momentum penting karena untuk pertama kalinya rangkaian aksi lingkungan YA Ibad tercatat dalam peta kegiatan global Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026 yang dikoordinasikan oleh United Nations Environment Programme (UNEP) melalui kampanye internasional #NowForClimate.

Sarasehan itu menjadi wadah bagi cabang-cabang YA Ibad di seluruh Indonesia untuk mempresentasikan berbagai kegiatan lingkungan yang telah dijalankan melalui gerakan Ramah Bumi: Ibadah Nyata Menuju Muktamar YA Ibad Ke-4.

Berbagai aksi yang dipaparkan meliputi penanaman pohon, kerja bakti membersihkan lingkungan, pengelolaan dan daur ulang sampah, edukasi eco-enzyme, pembuatan lubang biopori, hingga pelepasan simbolis ikan dan burung sebagai bentuk kepedulian terhadap pelestarian keanekaragaman hayati.

Ketua Umum YA Ibad Pusat Tofit Yono mengatakan kepedulian terhadap lingkungan merupakan bagian dari implementasi nilai-nilai keagamaan dalam kehidupan sehari-hari.

"Menjaga alam merupakan wujud tanggung jawab manusia sebagai khalifah di muka bumi. Melalui gerakan ini, YA Ibad berupaya menjadikan kepedulian terhadap lingkungan sebagai bagian dari ibadah nyata dan pengabdian kepada masyarakat," ujar Tofit.

Sarasehan juga menghadirkan Ketua YA Ibad Research Center (YRC), Assoc. Prof Dr Ir RA Retno Hastijanti yang memaparkan pentingnya menghubungkan aksi lingkungan di tingkat komunitas dengan gerakan global menghadapi perubahan iklim.

Menurut Retno, setiap aksi sederhana yang dilakukan masyarakat memiliki kontribusi nyata terhadap keberlanjutan lingkungan.

Yayasan Ibadurrahman menggelar Sarasehan Nasional Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026. Gerakan Ramah Bumi mereka tercatat dalam peta kegiatan global UNEP.

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com Jatim di Google News

Read Entire Article
| | | |