jatim.jpnn.com, SURABAYA - Penantian panjang selama 14 tahun akhirnya berbuah manis bagi pasangan suami istri asal Probolinggo, Roisyatul Khoiriyah Suyoko (56) dan Abdul Syakur (60).
Keduanya bersiap berangkat ke Tanah Suci setelah perjuangan menabung dari penghasilan sederhana sebagai guru honorer.
Roisyatul mengisahkan, keinginan untuk menunaikan ibadah haji sudah tumbuh sejak 2010, saat sang kakak lebih dulu berangkat. Sejak saat itu, dia dan suami mulai menata niat sekaligus menyisihkan rezeki.
“Dari situ kepikiran ingin berangkat juga. Akhirnya daftar tahun 2012,” ujar Roisyatul di Embarkasi Surabaya.
Namun, perjalanan menuju Baitullah tidaklah mudah. Dengan penghasilan sekitar Rp1,4 juta per bulan sebagai guru honorer Madrasah Ibtidaiyah, dia harus benar-benar disiplin mengatur keuangan, bahkan uang yang ditabung kerap hanya sisa kecil dari kebutuhan sehari-hari.
“Saya itu percaya sedikit-sedikit lama-lama jadi bukit. Kadang nabungnya sisa Rp20 ribu tiap bulan,” tuturnya.
Kesabaran mereka diuji saat jadwal keberangkatan yang semula diperkirakan pada 2024 harus tertunda akibat pandemi COVID-19 selama dua tahun.
Meski demikian, pasangan ini tetap teguh menunggu hingga akhirnya dinyatakan lunas dan siap berangkat pada 2026.



















































