Gus Fawait Perkuat Kolaborasi demi Mengentaskan Kemiskinan Ekstrem di Jember

17 hours ago 13

Gus Fawait Perkuat Kolaborasi demi Mengentaskan Kemiskinan Ekstrem di Jember

Facebook JPNN.com LinkedIn JPNN.com Whatsapp JPNN.com Telegram JPNN.com

Bupati Jember Muhammad Fawait dalam diskusi bertajuk “Potret Kemiskinan Ekstrem di Lahan Negara, Siapa Bertanggung Jawab?” yang digelar di Universitas Jember, Senin (13/4/2026). Foto: dok sumber

jpnn.com, JEMBER - Bupati Jember Muhammad Fawait menyerukan agar semua pemangku kepentingan di wilayahnya berkolaborasi demi mengentaskan masalah kemiskinan ekstrem.

Secara khusus, pria yang akrab disapa Gus Fawait mengajak BUMN PT Perkebunan Nusantara (PTPN) dan Perum Perhutani untuk memanfaatkan lahan produktif milik negara di Jember, guna mengatasi kemiskinan yang saat ini masih berjumlah 216.760 jiwa.

“Kemiskinan di Jember tidak mungkin bisa diatasi hanya dengan APBD Jember. Kita harus berkolaborasi,” kata Gus Fawait dalam diskusi bertajuk “Potret Kemiskinan Ekstrem di Lahan Negara, Siapa Bertanggung Jawab?” yang digelar di Universitas Jember, Senin (13/4).

Gus Fawait berharap PTPN bisa memastikan bahwa warga yang bekerja di perkebunan mendapatkan upah layak. Sebab, data menunjukkan banyak warga yang tinggal di lahan negara itu merupakan warga miskin ekstrem.

Berdasarkan data Pemkab Jember pada Desember 2025, warga miskin ekstrem atau yang masuk Desil 1 di kawasan perkebunan mencapai 22.043 jiwa atau 5.325 keluarga.

Sementara itu, Perum Perhutani diminta memberikan akses kepada warga miskin ekstrem untuk mengelola perhutanan sosial. Di Jember, ada sekitar 36.000 hektare lahan kawasan perhutanan yang akan dialihkan menjadi hutan sosial.

“Kami tidak mungkin minta dana kepada PTPN dan Perhutani. Tetapi mereka punya aset yang bisa dimanfaatkan untuk mendukung program Presiden, program kabupaten, untuk pengentasan kemiskinan,” lanjut dia.

Fawait berharap melalui pembinaan dan pelatihan dari Pemkab Jember, setiap keluarga miskin ekstrem bisa mengelola minimal satu hektare lahan. Dengan demikian, keluarga pengelola hutan sosial tersebut otomatis keluar dari kategori miskin ekstrem.

Gus Fawait berharap PTPN bisa memastikan bahwa warga yang bekerja di perkebunan mendapatkan upah layak

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Read Entire Article
| | | |