jpnn.com, JAKARTA - Ketua Komisi III DPR Habiburokhman memuji transparansi Polri dalam menindak oknum anggota yang melakukan pelanggaran. Dia menilai Polri saat ini menjadi institusi yang paling responsif dan terbuka terkait pemberian sanksi kepada anggotanya dibandingkan institusi lain.
Hal itu disampaikan Habiburokhman dalam seminar bertajuk 'UNIPOL: Menyiapkan Personel Polri yang Presisi' di Auditorium Mutiara STIK/PTIK Polri, Jakarta Selatan, Senin (13/4). Habiburokhman mulanya bicara soal percepatan transformasi Polri yang tengah berjalan saat ini.
"Kami tahu bahwa belakangan tuntutan untuk percepatan reformasi Polri kembali muncul seiring dengan semakin terbukanya ruang demokrasi," kata Habiburokhman.
Menurutnya, hal itu merupakan suatu yang wajar. Dia menyebut institusi negara memang dituntut untuk mempercepat reformasi dirinya.
Habiburokhman menyebut salah satu aspek yang erat kaitannya dengan reformasi adalah perihal intergritas. Dia memaparakan bahwa tantangan integritas selalu ada di setiap lembaga negara, termasuk Polri.
Dia menyinggung masih adanya oknum-oknum yang melanggar aturan. Namun, dia menekankan agar pimpinan Polri tidak perlu risau perihal itu selama institusi berani bertindak tegas.
"Saya katakan ke teman-teman petinggi Polri, 'jangan risau dengan oknum'. Semua institusi pasti ada oknum, pasti ada yang melanggar," ucapnya.
"Yang terpenting adalah bagaimana respons institusi terhadap oknum tersebut. Dan saya harus katakan, Polri adalah institusi yang melakukan respons terbaik terhadap pelanggaran yang dilakukan oleh oknumnya," lanjut Habiburokhman.




















































