jpnn.com, JAKARTA - Kementerian Kehutanan (Kemenhut) akan mengevaluasi standar kebutuhan personel dan peralatan Manggala Agni guna penguatan kesiapsiagaan menghadapi kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Evaluasi ini dilakukan agar Manggala Agni dapat bekerja secara optimal dan aman saat menjalankan tugas.
Hal ini disampaikan Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni dalam rapat bersama jajaran Ditjen Gakkum Kemenhut di Kantor Kemenhut.
Menhut Juli mengatakan perlu adanya penyusunan kebutuhan minimum yang harus dimiliki Manggala Agni untuk menjadi dasar dukungan operasional penanggulangan karhutla.
“Dibuat dari tapak apa yang kami sebut Minimum Essential Cost kalau dipertahanan itu, kan, minimum apa supaya Manggala Agni ini sudah equipped dengan sesuatu yang tidak membahayakan nyawa, fisik, dan dengan segera mungkin ada peralatan,” ujar Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Solidaritas Indonesia (PSI) itu.
Selain peralatan, Menhut Raja Juli juga mengevaluasi berbagai langkah pencegahan karhutla, termasuk kebutuhan pelaksanaan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) dan pemantauan tinggi muka air tanah (TMAT) di daerah-daerah rawan.
Evaluasi itu dilakukan agar setiap langkah pengendalian disusun berdasarkan kondisi di lapangan dan kebutuhan riil.
“OMC cuma dua kali awal Januari misalkan, bikin 5, bikin 7, berapa yang benar-benar (diperlukan). Tapi sekali lagi Government diperbaiki, TMATnya dilihat bener gak air di Riau di Kalbar itu sudah di bawah itu,” tuturnya.






















































