Hilirisasi Mineral Jadi Kontributor Utama Investasi, Industrialisasi Perlu Jadi Fokus

3 hours ago 20

Hilirisasi Mineral Jadi Kontributor Utama Investasi, Industrialisasi Perlu Jadi Fokus

Facebook JPNN.com LinkedIn JPNN.com Whatsapp JPNN.com Telegram JPNN.com

MIND ID dinilai telah menjadi pelopor sekaligus pemain utama dalam peta rantai pasok energi bersih global melalui penguatan hilirisasi mineral strategis. Foto: Dokumentasi MIND ID

jpnn.com, JAKARTA - Hilirisasi mineral kembali menjadi kontributor terbesar dalam realisasi investasi nasional sepanjang 2025.

Dari total investasi nasional sebesar Rp 1.931,2 triliun, sektor hilirisasi menyumbang 30,2 persen atau sekitar Rp 584,1 triliun, menjadikannya pendorong utama pertumbuhan investasi Indonesia.

Kontribusi terbesar berasal dari sektor mineral, dengan total Rp 373,1 triliun, yang terdiri dari Nikel Rp 185,2 triliun, Tembaga Rp 65,9 triliun, Bauksit Rp 53,1 triliun, Besi baja Rp 39,2 triliun, Timah Rp 11,3 triliun, dan mineral lainnya sebesar Rp 18,4 triliun.

Capaian tersebut jauh lebih tinggi dibandingkan sektor lain seperti perkebunan dan kehutanan Rp 144,5 triliun, migas Rp 60 triliun, serta perikanan dan kelautan Rp 6,4 triliun.

Data tersebut menegaskan bahwa hilirisasi mineral telah menjadi tulang punggung investasi nasional.

Kendati demikian hilirisasi dinilai masih perlu melangkah ke tahap industrialisasi. Meski capaian investasi tersebut sangat positif, para ekonom menilai Indonesia kini memasuki fase baru yang lebih menantang: mengubah hilirisasi menjadi industrialisasi menyeluruh.

Pengamat ekonomi energi dari UGM Fahmy Radhi menilai hilirisasi saat ini masih didominasi oleh pembangunan smelter, sehingga nilai tambah lanjutan belum sepenuhnya tercapai.

“Pemerintah tidak cukup hanya mengejar besaran investasi. Yang lebih penting adalah memastikan investasi tersebut membangun ekosistem industrialisasi yang lengkap dari hulu hingga hilir,” ujar Fahmy, pada Jumat (20/2).

Dari total investasi nasional sebesar Rp 1.931 triliun, sektor hilirisasi menyumbang 30,2 persen atau sekitar Rp 584 triliun, menjadi pendorong utama investasi

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Read Entire Article
| | | |