jpnn.com, JAKARTA - Wakil Ketua MPR Edhie Baskoro Yudhoyono alias Ibas menegaskan pentingnya memperkuat peran negara dalam menghadapi dinamika global, sekaligus memastikan kedaulatan energi nasional tetap terjaga di tengah tekanan geopolitik dunia.
Penegasan tersebut disampaikannya saat menghadiri Focus Group Discussion (FGD) bertajuk “Penguatan Peran Negara dalam Tata Kelola Sektor Migas Nasional” di DPR.
Dalam paparannya, Ibas yang juga Ketua Fraksi Partai Demokrat menyoroti isu migas hari ini tidak dapat dilepaskan dari situasi global yang penuh ketidakpastian.
“Menurut saya hari ini kita ingin berbicara tentang migas, seperti apa yang saya sampaikan tadi, yang sesungguhnya kita sedang berbicara tentang ketahanan bangsa kita,” kata Ibas dalam keterangannya, Rabu (15/4).
Ibas menjelaskan konflik global, mulai dari kawasan Timur Tengah hingga Eropa Timur, berdampak langsung pada rantai pasok energi dunia.
Jalur strategis seperti Selat Hormuz menjadi krusial, di mana sekitar 25 persen distribusi energi global melewati kawasan tersebut.
Kondisi ini turut memicu tekanan harga energi dan inflasi yang dirasakan hampir di seluruh negara, termasuk Indonesia.
Lebih lanjut, Wakil Ketua Umum Fraksi Partai Demokrat ini mengingatkan ketidakstabilan energi global tidak hanya berdampak pada sektor energi semata, tetapi juga merambat ke sektor pangan, logistik, hingga beban fiskal negara.




















































