jatim.jpnn.com, SURABAYA - Pemerintah Provinsi Jawa Timur meningkatkan kewaspadaan dini terhadap infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) menyusul temuan virus influenza A (H3N2) subclade K di sejumlah wilayah Indonesia.
Langkah ini ditempuh meski kondisi penyebaran influenza A di Jawa Timur hingga akhir 2025 masih dinyatakan terkendali.
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengatakan peningkatan kewaspadaan dilakukan sebagai langkah antisipasi seiring tren kenaikan kasus influenza secara global serta ditemukannya varian baru subclade K.
“Di Jawa Timur, influenza A (H3N2) subclade K masih terkendali dan tidak menunjukkan peningkatan tingkat keparahan. Namun, kewaspadaan harus tetap ditingkatkan agar tidak berkembang menjadi persoalan kesehatan yang lebih luas,” ujar Khofifah, Rabu (7/1).
Berdasarkan hasil surveilans nasional dari 88 sentinel Influenza Like Illness (ILI) dan Severe Acute Respiratory Infection (SARI), hingga akhir Desember 2025 tercatat 62 kasus influenza A (H3N2) subclade K di delapan provinsi, termasuk Jawa Timur.
Di Jatim sendiri, ditemukan 18 kasus positif dengan mayoritas penderita berasal dari kelompok usia anak dan remaja.
Khofifah menjelaskan, Pemprov Jatim terus memperkuat pemantauan melalui site sentinel ILI di Puskesmas Dinoyo Kota Malang serta SARI di RSUD dr. Saiful Anwar Kota Malang.
Spesimen yang dikumpulkan secara rutin diperiksa di Balai Besar Laboratorium Kesehatan Masyarakat (BBLKM) Surabaya dan diteruskan ke Balai Besar Laboratorium Biologi Kesehatan (Biokes) Jakarta untuk pemeriksaan Whole Genome Sequencing.



















































