bali.jpnn.com, DENPASAR - Balai Besar Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BBMKG) Wilayah III Denpasar menerbitkan peringatan dini potensi rob atau banjir pesisir di Bali diprakirakan pada 1-4 Februari 2026.
Potensi rob itu disebabkan karena fenomena fase bulan purnama pada 2 Februari 2026.
Kondisi itu berpotensi meningkatkan ketinggian air laut maksimum di tujuh wilayah pesisir.
Berdasar pantauan data level air dan prediksi pasang surut, tujuh wilayah pesisir itu yakni empat pesisir selatan Tabanan, Klungkung, Karangasem dan Jembrana.
Selain itu, tiga wilayah pesisir lainnya yakni di pesisir Kabupaten Badung, Gianyar dan Kota Denpasar.
“Kami imbau masyarakat untuk selalu waspada dan siaga,” kata Kepala BBMKG Wilayah III Cahyo Nugroho dilansir dari Antara.
Namun, BBMKG Denpasar tidak memberikan detail perkiraan ketinggian air laut maksimum dari potensi banjir pesisir itu.
Adapun aktivitas masyarakat yang berpotensi terdampak yakni bongkar muat di pelabuhan, aktivitas permukiman pesisir, serta aktivitas tambak garam dan perikanan darat.
















































