jatim.jpnn.com, MALANG - Di tengah kampus yang masih fokus pada fasilitas disabilitas, Universitas Ciputra Surabaya memilih langkah berbeda.
Kampus ini mulai membangun sistem pembelajaran inklusif berbasis data, bukan sekadar pendekatan layanan.
Langkah itu ditandai dengan peluncuran Pedoman Panduan Kelas Inklusif Universitas Ciputra hasil kolaborasi dengan Kementerian Sosial Republik Indonesia, serta penguatan platform digital internal CEDX (Ciputra Education Digital Experience).
Inisiatif tersebut diperkenalkan dalam workshop bertajuk Disability Awareness di Integrity Hall UC, Senin (4/5).
Penyuluh Sosial Ahli Muda Kemensos Santi Utami Dewi menilai tantangan terbesar kampus bukan pada sumber daya, melainkan keberanian untuk memulai.
“Kesalahan terbesar kampus adalah tidak memulai untuk membangun kesadaran dan menciptakan lingkungan inklusif. Universitas Ciputra menunjukkan langkah nyata yang patut diapresiasi,” ujar Santi.
Ketua Satgas Disabilitas UC Yehuda Abiel mengatakan, inklusivitas kini mulai diintegrasikan ke dalam sistem melalui CEDX.
“Dosen bisa mengakses informasi mahasiswa disabilitas di kelasnya, lengkap dengan panduan yang relevan,” kata Yehuda.



















































