jateng.jpnn.com, SEMARANG - Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang sedang menyiapkan jurus agar pelaksanaan sensus ekonomi dapat berjalan lancar.
Menurut Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng Pramestuti, sensus ekonomi yang dilakukan 10 tahun sekali ini sangat penting dalam pengambilan keputusan oleh pemerintah dari segala sudut terkait ekonomi Indonesia.
“Kami harus membangun keyakinan masyarakat bahwa sensus ini sangat penting. Data sensus ekonomi akan digunakan untuk proses pengambilan kebijakan di banyak hal yang berhubungan dengan ekonomi,” kata Agustina ditemui di Balai Kota Semarang, Rabu (15/7).
Agustina mengatakan pengambilan data oleh petugas sensus akan disimpan secara rahasia. Data bisa diubah ketika dalam verifikasi terdapat kekeliruan salah ketik atau hal lainnya.
Menurutnya, masyarakat tidak perlu mengkhawatirkan data pribadi miliknya akan disalahgunakan.
“Maka masyarakat tidak perlu takut untuk memberikan data guna sensus ini dan sensus ini tidak berkaitan dengan apa pun,” katanya.
Terlebih, isu mengenai setelah sensus ekonomi ini dihubungkan dengan datangnya petugas pajak ke rumah warga.
Agustina menjelaskan bahwa petugas pajak dari Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Semarang hanya bertugas mendata untuk pembaharuan data. Hal itu, menurutnya, tidak ada kaitan dengan sensus ekonomi yang akan berakhir 31 Agustus 2026 mendatang itu.



















































