jatim.jpnn.com, GRESIK - Motif di balik aksi pelemparan batu ke bus Trans Jatim Koridor IV di kawasan Java Integrated Industrial and Port Estate (JIIPE) Gresik akhirnya terungkap.
Pelaku mengaku melakukan aksi tersebut karena emosi sesaat karena hampir tertabrak bus yang melintas.
Kasat Reskrim Polres Gresik AKP Arya Widjaya menjelaskan insiden bermula saat pelaku berinisial SD (49) warga Randuboto, Kecamatan Sidayu itu hendak berangkat bekerja dengan mengendarai sepeda motor dari arah Sidayu menuju Kota Gresik.
Ketika melintas di Jalan Raya Daendels, Desa Kemangi, Kecamatan Bungah, pelaku berpapasan dengan bus Trans Jatim yang diduga menyalip kendaraan lain dan melawan arah.
Situasi tersebut membuat pelaku kaget dan hampir mengalami kecelakaan.
“Kejadian itu membuat pelaku hampir tertabrak pelaku menghindar dan melakukan aksi perusakan berupa melempar batu ” kata Arya, Jumat (16/1).
Dari hasil pemeriksaan, polisi juga mengungkap batu yang digunakan sudah dibawa pelaku sejak dari rumah. Menurut pengakuan pelaku, batu tersebut dibawa untuk berjaga-jaga jika terjadi sesuatu di jalan.
Akibat lemparan itu, kaca bus Trans Jatim mengalami kerusakan. Meski demikian, tidak ada korban jiwa maupun penumpang yang terluka dalam kejadian tersebut.

















































