Investor di Gunungkidul Lebih Pilih Bayar Denda daripada Mengurus AMDAL

2 hours ago 19

Jumat, 01 Mei 2026 – 10:30 WIB

Investor di Gunungkidul Lebih Pilih Bayar Denda daripada Mengurus AMDAL - JPNN.com Jogja

Bupati Gunungkidul Endah Subekti Kuntariningsih dalam rapat koordinasi di Komplek Kepatihan pada Kamis (30/4). Foto: Humas Pemda DIY

jogja.jpnn.com, GUNUNGKIDUL - Pertumbuhan investasi pariwisata di wilayah Kabupaten Gunungkidul menjadi sorotan. Pasalnya, di wilayah tersebut terbentang kawasan karst yang dilindungi.

Pembangunan yang cukup masif di kawasan karst berpotensi menimbulkan kerusakan dan memincu krisis air di wilayah tersebut.

Bupati Gunungkidul Endah Subekti Kuntariningsih mengakui kerusakan karst mempengaruhi cadangan air bawah tanah.

“Di wilayah Tanjungsari dan Tepus, kami mengalami defisit daya dukung air yang ekstrem,” katanya dalam koordinasi pengendalian pembangunan daerah yang berlangsung di Gedung Pracimasana, Komplek Kantor Gubernur DIY, Kamis, (30/4).

Setidaknya hingga saat ini terdapat 13 titik lokasi wisata yang diprotes karena merusak ekosistem karst.

Menurut Endah, masalah yang umum ditemui adalah investor yang mengabaikan Analisis Mengenai Dampak Lingkungan atau AMDAL .

“Mereka kebanyakan memilih membayar denda dibandingkan mengurus AMDAL. Membayar denda itu lebih murah. Ini menjadi budaya bagi para pengusaha yang investasi di Gunungkidul,” kata Endah.

Pemerintah Kabupaten Gunungkidul berencana mengalihkan fokus pengembangan pariwisata ke wilayah utara, seperti Nglipar dan Gedangsari sebagai langkah mitigasi dan mengurangi beban di wilayah selatan.

Bupati Gunungkidul Endah Subekti Kuntariningsih mengungkapkan banyak investor yang mengabaikan AMDAL.

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com Jogja di Google News

Read Entire Article
| | | |