jatim.jpnn.com, SITUBONDO - Jalur pantai utara (pantura) di Kabupaten Situbondo kembali bisa dilalui kendaraan setelah sempat lumpuh total selama sembilan jam akibat banjir luapan sungai yang membawa material batu, pasir, dan lumpur.
Kasat Lantas Polres Situbondo AKP Nanang Hendra Irawan mengatakan akses pantura di Dusun Kembangsambi, Desa Pasir Putih, Kecamatan Bungatan mulai normal kembali setelah material banjir dibersihkan menggunakan alat berat sejak Kamis (22/1) dini hari.
"Sejak pagi tadi jalur pantura sudah mulai normal kembali setelah sejak Rabu (21/1) malam sekitar pukul 19.30 macet, karena material banjir meluber ke jalan raya," ujar Nanang.
Menurutnya, banjir yang terjadi pada Rabu malam sangat mengganggu arus lalu lintas di jalur strategis penghubung Jawa–Bali tersebut.
"Tadi sekitar pukul 04.00 WIB, akses pantura sudah mulai normal meskipun agak sedikit melambat dan pukul 08.00 WIB sudah lancar," katanya.
Meski kondisi lalu lintas sudah berangsur normal, Satlantas Polres Situbondo tetap menyiagakan personel di sejumlah titik rawan banjir dan longsor.
"Petugas masih terus kami siagakan di sejumlah titik, karena cuaca masih berpotensi ekstrem, dan mengantisipasi banjir terjadi lagi," jelasnya.
Sebelumnya, banjir pada Rabu (21/1) malam merendam dan menerjang ribuan rumah warga di sejumlah kecamatan, di antaranya Kendit, Bungatan, Mlandingan, Besuki, dan Banyuglugur, sekaligus melumpuhkan jalur pantura Situbondo selama berjam-jam. (antara/mcr12/jpnn)



















































