jogja.jpnn.com, YOGYAKARTA - Kopi telah menjadi bagian tak terpisahkan dari gaya hidup modern, terutama sebagai pendongkrak energi pagi hari. Namun, manfaat kesehatan dari minuman berkafein ini sangat bergantung pada cara pengolahan, jumlah konsumsi, hingga waktu menikmatinya.
Dosen dan peneliti Teknologi Pangan dan Hasil Pertanian (TPHP) FTP UGM Widiastuti Setyaningsih menjelaskan bahwa kopi mengandung berbagai komponen bioaktif yang bermanfaat bagi tubuh.
Selain kafein yang meningkatkan kewaspadaan, kopi juga kaya akan asam klorogenat yang berfungsi sebagai antioksidan dan memiliki potensi antidiabetes.
"Terdapat pula senyawa trigonelin yang berperan sebagai prekursor pembentuk aroma khas kopi selama proses roasting," ujar Widiastuti, Selasa (21/4).
Widi memaparkan bahwa komposisi kimia kopi sangat dipengaruhi oleh proses pengolahan, terutama saat penyangraian (roasting). Pada tahap ini, terjadi reaksi kimia antara gula dan asam amino serta karamelisasi.
Proses tersebut tidak hanya menciptakan aroma dan rasa yang khas, tetapi juga mengubah karakteristik kimiawi kopi secara keseluruhan.
Meski terdapat senyawa turunan seperti gula alkohol (polyols) yang rendah kalori, manfaat kesehatan kopi tetap kembali pada bagaimana kopi tersebut disajikan dan seberapa banyak yang diminum.
Agar manfaatnya optimal dan tidak mengganggu jam biologis tubuh, waktu konsumsi menjadi faktor krusial. Widi menyarankan masyarakat untuk mengonsumsi kopi pada pagi hingga siang hari.


















































