jatim.jpnn.com, SURABAYA - Memperingati usia ke-13 tahun, Rumah Sakit National Hospital Surabaya meluncurkan Spine Center, pusat layanan terpadu untuk penanganan gangguan tulang belakang dengan teknologi modern dan pendekatan minimal invasif, Jumat (12/12).
Kehadiran pusat layanan ini ditujukan untuk menjawab kebutuhan masyarakat akan perawatan tulang belakang yang aman, presisi, dan berorientasi pada pemulihan cepat.
Koordinator Spine Center National Hospital dr Larona Hydravianto, SpOT (K) Spine menyebut seluruh layanan tulang belakang kini dapat diakses dalam satu sistem yang terintegrasi.
Pasien tidak hanya mendapatkan pemeriksaan menyeluruh, tetapi juga penanganan berbasis teknologi mutakhir yang mengikuti standar terkini dunia medis.
Menurutnya, pendekatan minimal invasif menjadi keunggulan utama Spine Center. Teknik ini memungkinkan operasi dilakukan dengan sayatan sangat kecil, sekitar 7–8 milimeter, menggunakan bantuan kamera dan monitor beresolusi tinggi.
Hasilnya, risiko perdarahan dapat ditekan, nyeri pascaoperasi lebih ringan, dan waktu pemulihan menjadi jauh lebih singkat.
“Dengan metode ini, pasien tidak perlu menjalani masa pemulihan panjang. Bahkan, sebagian pasien sudah bisa pulang dua hari setelah operasi dan kembali beraktivitas secara bertahap,” ujar dr Larona.
Berbeda dengan bedah konvensional yang membutuhkan sayatan besar dan masa rawat inap lebih lama, teknik minimal invasif memungkinkan pasien terhindar dari bedrest berkepanjangan.
















































