jpnn.com - SITUBONDO - Jembatan yang menghubungkan antara Desa Patemon dan Desa Wringinanom, Kecamatan Jatibanteng terputus diterjang banjir bandang.
Bupati Situbondo Yusuf Rio Wahyu Prayogo menyebut sekitar 1.500 warga terisolasi akibat peristiwa itu.
"Di sini ada sekitar 1.500 jiwa yang tidak bisa pergi ke mana-mana karena benar-benar terisolasi, kondisinya sudah sangat memprihatinkan dan harus segera ditangani," katanya saat meninjau jembatan putus di Desa Wringinanom, Kecamatan Jatibanteng, Situbondo, Sabtu (24/1).
Bupati Rio mengatakan putusnya akses utama warga antara Desa Patemon dan Wringinanom akibat banjir bandang pada Rabu (21/1) malam itu berdampak pada distribusi bantuan dan layanan dasar. Namun demikian, dia memastikan pemerintah daerah tetap menyalurkan bantuan, meskipun dengan berbagai keterbatasan.
Pada tahap awal, lanjutnya, pemerintah menyalurkan bantuan logistik berupa sembako untuk memenuhi kebutuhan dasar warga dalam penanganan jangka pendek.
Untuk penanganan jangka panjang, kata Rio, pemerintah daerah berencana menganggarkan perbaikan infrastruktur, terutama pembangunan kembali jembatan dan jalan penghubung.
"Kami akan mohon bantuan ke pemerintah provinsi maupun pusat agar penanganan ini bisa segera dilaksanakan, karena tanpa jembatan dan jalan, wilayah itu sama sekali tidak memiliki akses," ujar Bupati Rio.
Dia menambahkan bahwa pemulihan akses menjadi kebutuhan mendesak agar aktivitas warga kembali berjalan normal dan risiko sosial kemanusiaan tidak makin memburuk.






















































