jpnn.com, JAKARTA - Penulis sekaligus sutradara, Joko Anwar mengajak 6 ilustrator Indonesia berskala dunia untuk film terbarunya, Ghost in the Cell.
Keenam ilustrator tersebut bertugas untuk membuat konsep seni 'instalasi kengerian' ditampilkan dalam film horor komedi itu.
Adapun keenam illustrator yang dilibatkan Joko Anwar yakni Anwita Citriya, Benediktus Budi, Benny Bennos Kusnoto, Benny Bennos Kusnoto, Coki Greenway, Hafidzjudin, dan Rudy AO.
Ilustrator bertugas membuat konsep seni yang indah tetapi mengerikan, yang jadi salah satu elemen utama cerita film Ghost in the Cell.
Joko Anwar mengatakan, sejak awal dirinya ingin Ghost in the Cell tidak hanya menjadi film, tetapi juga ruang kolaborasi lintas seni bagi seniman-seniman lokal.
Menurutnya, Indonesia punya begitu banyak
ilustrator berbakat dengan gaya visual yang kuat dan unik.
"Dengan melibatkan mereka, kami bukan hanya memperkaya dunia visual film ini, tetapi ingin membuat pernyataan bahwa kolaborasi lintas medium seperti ini penting agar ekosistem kreatif kita terus tumbuh dan saling menguatkan,” ungkap Joko Anwar.
“Kami berdiskusi bentuk untuk setiap adegan instalasi horor dalam film ini. Semuanya merepresentasikan apa yang kita takuti secara kolektif dalam masyarakat," sambungnya.




















































