jateng.jpnn.com, SEMARANG - Kasus ricuhnya audiensi seleksi perangkat desa di Purwasaba kini berbuntut panjang. Polda Jawa Tengah melalui Propam turun tangan menyelidiki dugaan pengeroyokan terhadap Kepala Desa Purwasaba Welas Yuni alias Kades Hoho.
Kabid Humas Polda Jateng Kombes Pol Artanto memastikan proses penelusuran masih berjalan. Fokus penyelidikan diarahkan pada dugaan pelanggaran yang terjadi saat situasi memanas dalam forum audiensi.
“Masih dilakukan pendalaman oleh Propam,” ujarnya, Rabu (18/3).
Peristiwa ini bermula dari polemik seleksi perangkat desa yang memicu ketidakpuasan sebagian warga. Audiensi kedua yang digelar pada Senin (9/3) di balai desa berubah menjadi kericuhan.
Dalam video yang beredar, Kades Hoho tampak keluar dari kantor desa dengan pakaian dinas robek dan dikawal aparat kepolisian. Dia mengaku menjadi korban kekerasan di tengah situasi yang tak terkendali.
Camat Mandiraja Akh Khusenudin menjelaskan awal mula persoalan. Pemerintah desa membuka tiga formasi kepala dusun sejak akhir 2025. Dari 13 pendaftar, hanya enam nama yang diusulkan, yakni peringkat satu dan dua di masing-masing formasi.
Namun, peserta yang gagal lolos seleksi tidak menerima hasil tersebut. Mereka kemudian menunjuk LSM untuk menyuarakan mosi tidak percaya terhadap proses seleksi.
“Audiensi sebelumnya sudah dilakukan, tapi belum ada kesepakatan,” kata Khusen.


















































