kaltim.jpnn.com, SAMARINDA - Dinas Pariwisata (Dispar) Kaltim mengarahkan Kampung Ramadan Temindung di Samarinda sebagai model percontohan penyelenggaraan acara atau event berbasis komunitas yang menguatkan ekosistem ekonomi kreatif (ekraf).
"Inisiatif Kampung Ramadan dinilai sukses menggerakkan ekonomi kreatif meski di tengah keterbatasan anggaran pemerintah," kata Kepala Dispar Kaltim Ririn Sari Dewi dikutip Senin (23/2).
Menurut Ririn, kegiatan yang berlokasi di kawasan eks Bandara Temindung Samarinda itu merupakan wujud kolaborasi nyata antara pemerintah daerah dan pihak swasta.
"Itu sinergi perdana antara pemerintah dan komunitas yang dipimpin Pak Agung. Di tengah efisiensi, inovasi harus jalan terus agar ekonomi kreatif tetap tumbuh," ujar Ririn.
Meski dukungan dana langsung dari Pemprov Kaltim terbatas atau hanya sekitar Rp 5 juta, pemerintah memberikan sokongan melalui penyediaan fasilitas di Creative Hub Temindung, seperti tenda dan sarana prasarana.
Kegiatan lokal yang juga menjadi motor penggerak ekonomi kerakyatan itu bersumber pendaan dari swadaya komunitas dan sponsor.
Terdapat 60 tenda bazar yang didominasi pelaku UMKM kuliner sehingga Kampung Ramadhan menjadi ajang bagi produk lokal untuk memperkuat promosi jenama, selain ruang perputaran ekonomi.
"Antusiasme warga sangat tinggi, mengingat Samarinda sempat minim kegiatan-kegiatan besar belakangan ini. Itu membuktikan publik butuh ruang berkreasi berbasis komunitas," tambah Ririn.
















































