bali.jpnn.com, DENPASAR - Dinas Kesehatan (Dinkes) Bali mengungkap kematian akibat rabies masih terjadi.
Sepanjang 2025, sebanyak 16 orang meninggal dunia karena gigitan hewan penular rabies.
Temuan Dinkes Bali, para korban itu meninggal dunia karena tidak datang ke fasilitas layanan kesehatan (faskes).
Perinciannya, 16 orang korban meninggal dunia berasal dari Badung (4), Karangasem (3), Buleleng (3), Jembrana (3), Tabanan, Gianyar dan Bangli masing-masing satu orang.
Jumlah ini naik dibanding kasus meninggal dunia akibat gigitan hewan penular rabies pada 2024 yang sebanyak tujuh korban.
“Bisa dibilang 99 persen yang meninggal tidak pergi ke pelayanan kesehatan.
Jadi, para korban tidak mendapatkan tata laksana luka maupun vaksinasi, itu yang memang masih menjadi tantangan kami,” kata Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Bali I Gusti Ayu Raka Susanti di Denpasar, Jumat.
Selain data meninggal dunia, Dinkes Bali merangkum dalam setahun gigitan rabies dialami oleh 66.760 orang dengan 47.887 di antaranya telah diberikan vaksin anti-rabies (VAR).



















































