jpnn.com - Dinamika pasar properti di kawasan Jabodetabek, khususnya Tangerang Raya, terus menunjukkan performa impresif di awal tahun 2026. Salah satu pemain utama yang konsisten mendominasi pasar adalah Paramount Gading Serpong.
Dengan reputasi kredibel dan pengembangan yang adaptif, kawasan ini sukses memperkuat posisinya sebagai destinasi hunian dan bisnis paling diminati. Kuatnya performa Paramount Gading Serpong sejalan dengan data makro yang menggembirakan.
Berdasarkan data Cushman & Wakefield, pada paruh kedua 2025, wilayah Jabodetabek dan Karawang mencatat lebih dari 4.500 unit residensial baru, di mana Tangerang menyumbang porsi terbesar hingga 55%.
Kondisi ini didorong oleh beberapa faktor kunci yaitu penurunan suku bunga yang menyentuh angka 4,75% pada September 2025 yang meningkatkan daya beli masyarakat. Kelanjutan insentif PPN 100% dari pemerintah untuk hunian hingga Rp 5 miliar menjadi stimulus utama bagi keluarga muda dan profesional.
"Di sisi lain, data Indonesia Property Watch mencatat peningkatan penjualan rumah di Tangerang sebesar 11,1% pada kuartal IV 2025," kata Direktur Paramount Land, Chrissandy Dave, Selasa (24/2).
Dia mengungkapkan, pertumbuhan kawasan komersial di sisi selatan Gading Serpong sangat progresif. Kawasan seperti Maggiore, Pisa Grande, Sorrento, hingga Manhattan District kini telah menjelma menjadi pusat aktivitas urban yang hidup.
"Sebagai bukti, Paramount Gading Serpong mencatat penjualan gemilang pada tahun 2025. Grand Boulevard Aniva Studio Loft terjual habis dalam lima tahap pra-NUP, bahkan, permintaan untuk Maggiore Fresh Market mencapai lima kali lipat dari ketersediaan unit," ujar Chrissandy.
Kesuksesan ini berlanjut pada Januari 2026 melalui penjualan Maggiore Square West yang kembali menarik minat tinggi dari para investor.




















































