jogja.jpnn.com, YOGYAKARTA - Perum Bulog Kantor Wilayah Yogyakarta mengejar target besar penyerapan gabah dan beras pada 2026. Salah satu upaya mengejar target itu adalah dengan aksi Serapan Gabah Petani (Sergap) yang dilakukan langsung di lahan pertanian Dusun Jaten, Kalurahan Triharjo, Kapanewon Pandak, Kabupaten Bantul, Minggu (25/1).
Langkah ini diambil untuk memastikan target tahunan yang telah ditetapkan pemerintah dapat tercapai secara bertahap sejak awal tahun.
Manajer Pengadaan Bulog Yogyakarta Nur Fuad Indra Mitra memaparkan bahwa pihaknya memikul tanggung jawab besar untuk menyerap hasil panen petani di wilayah DIY dan sekitarnya.
"Target penyerapan gabah petani pada 2026 ini dipatok sebesar 195.920 ton setara beras. Hingga saat ini, kami telah berhasil mengamankan 3.142 ton setara beras sejak awal Januari," ungkap Fuad.
Menurutnya, capaian awal tahun ini menjadi modal penting untuk memacu sisa target di bulan-bulan berikutnya, terutama saat memasuki musim panen raya.
Penyerapan ini bukan sekadar angka, melainkan bentuk keseriusan Bulog dalam mengamankan stok pangan nasional dari tangan petani lokal.
Mendukung Target 4 Juta Ton Nasional
Pemimpin Perum Bulog Kanwil Yogyakarta Dedi Aprilyadi mengatakan bahwa akselerasi di tingkat daerah ini merupakan bagian dari visi besar Presiden Prabowo Subianto yang menargetkan total penyerapan 4 juta ton gabah dan beras secara nasional.
















































