jatim.jpnn.com, SURABAYA - Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) membuka peluang perluasan skema embarkasi haji tanpa asrama haji di Jawa Timur, yakni di Bandara Dhoho Kediri.
Penasihat Khusus Presiden Bidang Urusan Haji Muhadjir Effendy menilai bandara tersebut memiliki sejumlah keunggulan untuk mendukung operasional penerbangan haji.
“Saya rekomendasikan, saya usulkan supaya ada penambahan karena Dhoho itu sangat representatif. Runway-nya panjang, pesawat berbadan lebar bisa landing dan take off di sana,” ujar Muhadjir di Surabaya, Kamis (30/4).
Selain itu, lokasi bandara yang tidak berada di kota besar dinilai mampu mengurangi potensi kemacetan saat pemberangkatan jemaah.
Dia menambahkan keberadaan embarkasi baru di Kediri bisa menjadi alternatif selain embarkasi Juanda.
“Jawa Timur bisa dibagi ke dua lokasi, Juanda dan Dhoho. Jemaah dari luar daerah juga bisa bergabung di dua titik itu,” katanya.
Meski demikian, rencana tersebut masih dalam tahap kajian. Muhadjir menyebut perlu ada regulasi khusus karena Bandara Dhoho merupakan milik swasta.
“Masih dalam pengkajian karena itu milik swasta, perlu regulasi dan kesepakatan dengan pemilik,” jelasnya.


















































