bali.jpnn.com, JAKARTA - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) tengah menyiapkan strategi besar untuk mengurai kemacetan kronis di jalur penyeberangan Jawa-Bali.
Mengadopsi kesuksesan pemisahan arus di Merak-Bakauheni, Kemenhub akan mengembangkan jaringan pelabuhan feri baru di wilayah utara dan timur Pulau Dewata.
Langkah ini diambil menyusul evaluasi mudik Idulfitri 2026, di mana jalur utama Denpasar-Gilimanuk mengalami kelumpuhan akibat volume kendaraan yang melampaui kapasitas jalan dan pelabuhan.
Salah satu titik krusial dalam rencana ini adalah optimalisasi Pelabuhan Celukan Bawang, Buleleng, Bali.
Pelabuhan yang dikelola Pelindo ini akan mengalami pengembangan infrastruktur signifikan pada dua dermaga utamanya.
Dermaga I akan diperpanjang 92 meter untuk memaksimalkan pelayanan kapal general cargo dan aspal curah.
Dermaga II diproyeksikan menjadi dermaga multi-purpose dengan penambahan panjang 60 meter untuk melayani penumpang, logistik, serta komoditas curah kering.
Dalam Rapat Kerja bersama Komisi V DPR RI, Menhub Dudy Purwagandhi menegaskan bahwa mencampur kendaraan logistik berat dengan kendaraan pribadi di satu jalur pelabuhan sudah tidak lagi memungkinkan.



















































