bali.jpnn.com, DENPASAR - Kementerian Pariwisata berkomitmen meningkatkan kualitas industri perhotelan dan penginapan di Bali dengan mempererat komunikasi lintas sektor.
Selain memperbaiki tata kelola, Kemenpar fokus memastikan para pelaku usaha yang taat aturan mendapatkan dukungan regulasi yang memadai demi menciptakan iklim pariwisata yang berdaya saing.
Data menunjukkan signifikansi sektor ini terhadap kesejahteraan daerah.
Pada akhir 2025, pertumbuhan ekonomi Bali mencapai 5,86 persen (yoy).
Sektor penyediaan akomodasi dan makan minum menjadi kontributor terbesar dengan sumbangan 1,69 persen terhadap pertumbuhan ekonomi Bali serta berkontribusi 22,1 persen terhadap total Produk Domestik Regional Bruto (PDRB).
Deputi Bidang Industri dan Investasi Kemenpar Rizki Handayani menyebutkan bahwa kuatnya angka ini adalah bukti sektor akomodasi merupakan tulang punggung ekonomi Bali.
Oleh karena itu, standardisasi dan kepastian izin menjadi prioritas untuk menjaga keberlanjutan industri pariwisata nasional.
“Hal ini menegaskan sektor akomodasi tidak hanya menjadi tulang punggung pengalaman wisatawan, tetapi juga pilar utama penguatan ekonomi Bali dan pariwisata nasional,” kata Rizki Handayani.

















































