jpnn.com - JAKARTA - Kepala Badan Strategi Kebijakan Dalam Negeri Kementerian Dalam Negeri (BSKDN Kemendagri) Yusharto Huntoyungo mengajak Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Jatim) untuk membangun kebijakan yang cerdas dan berdampak melalui penguatan sumber daya manusia (SDM) berkualitas serta pemanfaatan teknologi digital.
Kepala BSKDN Yusharto Huntoyungo mengatakan hal tersebut saat menjadi narasumber dalam kegiatan ASN Belajar Seri 2 bertema “From Smart Thinking to Smart Policy: Berpikir Bijak untuk Keputusan Berdampak” yang diselenggarakan oleh BPSDM Jatim secara daring pada Kamis (22/1).
Yusharto mengatakan, di tengah kondisi banjir data dan pesatnya perkembangan teknologi informasi, keberadaan SDM yang kompeten menjadi prasyarat utama dalam menghasilkan kebijakan yang berkualitas.
Menurutnya, teknologi hanyalah alat, sementara manusia tetap menjadi faktor penentu dalam mengelola data, menganalisis permasalahan, serta menyusun rekomendasi kebijakan.
“Kita bukan hanya bersaing sesama ASN, tetapi juga bersaing dengan kecepatan teknologi. Karena itu, SDM yang mampu memanfaatkan teknologi digital untuk menunjang analisis dan rekomendasi kebijakan menjadi sangat penting,” ujarnya.
Dia menambahkan, penguatan kompetensi ASN terus didorong melalui berbagai forum pembelajaran, salah satunya melalui program ASN Belajar.
Yusharto menekankan pentingnya budaya speak out, di mana ASN didorong untuk berani menyampaikan gagasan, baik secara tertulis maupun dalam forum diskusi, agar berbagai persoalan aktual dapat dianalisis secara tepat.
Selain SDM, Yusharto juga menyoroti pentingnya desain organisasi yang sesuai dengan kebutuhan.






















































