jpnn.com, BEKASI TIMUR - Edi (35) saksi mata kecelakaan kereta di Stasiun Bekasi Timur mengungkapkan detik-detik tabrakan antara KA Argo Bromo Anggrek dan KRL Commuter Line, pada Senin (27/4).
Saat itu, Edi berada di rumahnya, tepat di samping lokasi menceritakan kecelakaan terjadi sekitar pukul 20.35 WIB.
"Saya sedang duduk santai di rumah, tiba-tiba terdengar suara yang sangat keras. Tanah sempat bergetar juga pas itu. Saya kira awalnya tembok roboh," kata Edi di lokasi kejadian, Selasa (28/4).
Dia yang mendengar suara tersebut langsung keluar rumah dan melihat KA Argo Bromo Anggrek dan menabrak gerbong KRL yang terakhir, khusus penumpang perempuan.
“KRL sedang menurunkan penumpang. Tiba-tiba dari belakang datang KA Argo menabrak gerbong belakang," lanjutnya.
Dia menggambarkan kondisi di lokasi kejadian sangat mencekam, pasalnya lokomotif KA Argo bahkan masuk ke dalam gerbong perempuan.
“Kondisinya sangat mengenaskan. Lokomotif masuk ke dalam gerbong, penumpang tertumpuk dan tertindih,” jelasnya.
Dia menyebut banyak korban terjepit di antara bangku dan rangka besi. “Ada yang kepalanya terjepit besi, ada juga yang tubuhnya terhimpit bangku dan lantai,” imbuhnya.




















































