jpnn.com, JAKARTA - Bank DBS Indonesia bersama DBS Foundation meluncurkan kampanye “Pensiun Gak Susah” untuk mendorong masyarakat merencanakan masa depan sejak dini di tengah percepatan penuaan populasi.
Inisiatif ini hadir merespons tantangan kesiapan pensiun di Indonesia yang masih relatif rendah, sementara perubahan struktur demografi berlangsung semakin cepat.
Badan Pusat Statistik (BPS) memproyeksikan lebih dari 14 persen penduduk Indonesia berusia di atas 60 tahun pada 2035, meningkat menjadi sekitar 20 persen atau 63 juta jiwa pada 2045.
Kondisi tersebut menandai pergeseran signifikan struktur penduduk sekaligus menuntut kesiapan ekosistem dan perencanaan keuangan yang lebih matang agar proses penuaan tetap sehat, produktif, dan bermakna.
Sejalan dengan aspirasi Best Bank for a Better World, DBS Foundation menempatkan isu ageing society sebagai fokus utama. Perubahan demografi yang terjadi hari ini menuntut pergeseran cara pandang dalam mempersiapkan masa depan.
"Pensiun tidak lagi bisa diposisikan sebagai fase akhir yang dipikirkan belakangan, melainkan sebagai bagian dari perjalanan hidup yang perlu dirancang sejak dini,” ujar Head of Group Marketing & Communications PT Bank DBS Indonesia, Mona Monika di Jakarta, Senin (19/1).
Dalam kampanye tersebut, Bank DBS Indonesia menghadirkan Retirement Goal Calculator untuk membantu masyarakat memperkirakan kebutuhan pensiun secara lebih terarah.
Alat ini memberikan gambaran kebutuhan finansial jangka panjang, termasuk kebutuhan dasar dan gaya hidup di masa pensiun, sejalan dengan misi Live more, Bank less.






















































