jateng.jpnn.com, JEPARA - Tradisi Lomban Syawalan di Kabupaten Jepara kembali tampil beda. Tahun ini, kirab kerbau bule hadir sebagai atraksi baru yang langsung menyedot perhatian ribuan warga, Jumat.
Arak-arakan kerbau bule menjadi bagian dari rangkaian Pesta Lomban Syawalan 2026. Kirab menempuh jarak lebih dari 1 kilometer, dimulai dari TPI Jobokuto menuju RPH di kawasan Rusunawa Jepara.
Sepanjang rute, masyarakat berdesakan ingin menyaksikan langsung kerbau berukuran besar dengan tampilan gagah tersebut. Antusiasme warga terlihat tinggi sejak pagi hari.
Bupati Jepara Witiarso Utomo menegaskan kirab kerbau bule bukan sekadar tontonan, tetapi bagian dari identitas budaya pesisir Jepara.
“Ini bukan hanya tradisi, tetapi juga potensi besar untuk menggerakkan ekonomi masyarakat. Ke depan akan kami maksimalkan agar berdampak pada peningkatan PAD,” ujarnya.
Menurut dia, kehadiran kerbau bule dalam kirab memiliki filosofi mendalam, melambangkan kekuatan dan semangat baru masyarakat Jepara.
Dia juga menekankan bahwa kirab ini menjadi simbol keterbukaan kepada publik.
“Kerbau yang dilarung itu utuh, bukan hanya kepalanya. Ini sekaligus meluruskan pemahaman masyarakat dan menjaga nilai tradisi,” jelasnya.


















































