Kisah Rahma, Penyandang Celebral Palsy Mendobrak Batas Fisik Demi Mimpi Kuliah di Unpad

1 week ago 11

Rabu, 22 April 2026 – 12:57 WIB

Kisah Rahma, Penyandang Celebral Palsy Mendobrak Batas Fisik Demi Mimpi Kuliah di Unpad - JPNN.com Jabar

Penyandang Celebral Palsy, Rahma Rahayu (20 tahun) ditemani ibunya, saat menunggu Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) di kampus Institut Seni Budaya Indonesia (ISBI) Bandung, Selasa (21/4/2026). Foto: Nur Fidhiah Shabrina/JPNN.com

jabar.jpnn.com, KOTA BANDUNG - Ketegangan mengikuti Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) tidak hanya dirasakan pelajar biasa.

Siswa disabilitas juga ikut ambil bagian mengikuti ujian tertulis masuk Perguruan Tinggi Negeri (PTN). Dengan keterbatasan yang dimiliki, semangat mereka untuk bisa tembus universitas impian, terus membara.

Seperti yang dialami Rahma Rahayu (20 tahun). Penyandang Celebral Palsy atau kelumpuhan otak ini tampak bersemangat menunggu di ruang tunggu kampus Institut Seni Budaya Indonesia (ISBI) Bandung.

Ditemani sang ibu, Diah Komala (50 tahun), Rahma duduk di kursi roda bersama dengan peserta disabilitas lainnya.

Tak ada raut kekhawatiran di wajah Rahma yang cantik dengan rambutnya yang diikat setengah.

Rahma datang ke ISBI untuk ikut ujian UTBK, mengejar mimpinya bisa kuliah di jurusan Sosiologi Universitas Padjajaran (Unpad).

"Mau daftar Unpad, jurusan Sosiologi, soalnya aku suka," kata Rahma saat ditemui JPNN di ISBI Bandung, dikutip Rabu (22/4/2026).

Di tengah keterbatasan fisiknya, Rahma optimistis bisa lancar mengikuti ujian dan diterima berkuliah di Unpad.

Rahma, penyandang celebral palsy, penuh semangat ikut UTBK di Bandung demi meraih mimpi kuliah Sosiologi di Unpad dan memperjuangkan hak disabilitas.

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com Jabar di Google News

Read Entire Article
| | | |