jateng.jpnn.com, SEMARANG - Ahmad Sutar (63) sedang bersiap berangkat ke Tanah Suci untuk menunaikan ibadah haji. Impian tersebut diraih setelah menabung selama 14 tahun dari hasil kerja kerasnya sebagai penambak ikan dan pekerja borongan.
Di rumah sederhana miliknya di Tambaklorok, RT 007 RW 014, Kota Semarang, Jawa Tengah Sutar tampak menatap koper yang telah dipersiapkan.
Berbekal penghasilan yang tidak menentu dari laut dan pekerjaan serabutan, dia menyisihkan uang sedikit demi sedikit sejak 2012.
“Kalau ada uang, saya simpan. Tidak tentu, kadang Rp500 ribu, kadang Rp1 juta,” ujar Sutar saat ditemui di kediamannya, Rabu (22/4).
Hasil tabungan itu kemudian digunakan untuk mendaftar sebagai jemaah calon haji hingga akhirnya lunas. Setelah 14 tahun menunggu, Sutar mendapat panggilan untuk berangkat ke Tanah Suci.
Namun, rencana awal untuk berangkat bersama sang istri tidak terwujud. Istri tercintanya meninggal dunia pada bulan Ramadan tahun ini.
Sutar menuturkan niat berhaji bukan sekadar memenuhi keinginan, melainkan bagian dari upaya memperbaiki diri.
Dia mengaku memiliki masa lalu yang kelam. “Dulu saya rusak, saya mikir besok saya mau jadi apa,” katanya.


















































