jpnn.com, JAKARTA - Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) memperkuat kolaborasi lintas sektor guna mempercepat pembangunan desa melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR).
Upaya tersebut dilakukan melalui kegiatan CSR bersama ISSF yang digelar di kantor kementerian di Jakarta, yang juga dihadiri perwakilan World Bank.
Kehadiran lembaga internasional tersebut dinilai sebagai bentuk dukungan terhadap agenda pembangunan desa yang berkelanjutan dan inklusif di Indonesia.
Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Yandri Susanto, mengatakan bahwa percepatan pembangunan desa memerlukan keterlibatan berbagai pihak.
Menurut dia, pemerintah tidak dapat bekerja sendiri dalam mendorong pembangunan desa yang merata dan tepat sasaran.
“Pembangunan desa tidak bisa dilakukan sendiri oleh pemerintah. Dibutuhkan kolaborasi yang kuat antara pemerintah, dunia usaha, dan mitra pembangunan agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat desa,” ujarnya.
Dia menjelaskan bahwa program CSR memiliki peran strategis dalam mendukung pemberdayaan masyarakat desa.
Selain itu, CSR juga dinilai mampu mendorong pertumbuhan ekonomi lokal serta meningkatkan kualitas sumber daya manusia di wilayah pedesaan.





















































