Kolaborasi Koil, Kuburan, dan Doel Sumbang, Eksentrik Serta Bersejarah

6 hours ago 10

Kolaborasi Koil, Kuburan, dan Doel Sumbang, Eksentrik Serta Bersejarah

Facebook JPNN.com LinkedIn JPNN.com Whatsapp JPNN.com Telegram JPNN.com

Koil, Kuburan, dan Doel Sumbang. Foto: Dok. Koilkiller Management/Diki Dukun

jpnn.com, BANDUNG - Musisi lintas generasi asal Bandung yakni band Koil, grup Kuburan, dan penyanyi Doel Sumbang menghadirkan kolaborasi eksentrik.

Koil, Kuburan, Doel Sumbang menafsirkan ulang Tuturut Munding, lagu religi berbahasa Sunda, dengan pendekatan musikal pancarona.

Lebih dari sekadar peleburan gaya, karya tersebut sekaligus menjadi cara menyambut Ramadan dengan raungan distorsi, humor, dan kritik sosial yang tajam.

Dirilis pada 1990-an oleh legenda pop Sunda, Doel Sumbang, Tuturut Munding sukses cepat meraih popularitas di berbagai daerah.

Lagu tersebut lekat dengan tradisi masyarakat Sunda saat Ramadan, terutama bagian refrain yang kerap dinyanyikan dalam berbagai kegiatan lokal, seperti membangunkan warga untuk sahur.

Tuturut Munding bahkan dianggap sebagai lagu wajib dalam parade sahur hingga malam takbiran.

Secara etimologis, istilah 'tuturut munding' memiliki makna yang dikenal luas dalam budaya Sunda. Frasa itu secara harfiah berarti 'mengikuti kerbau', menggambarkan seseorang yang cenderung ikut-ikutan tanpa berpikir matang.

Adapun lirik lagu Tuturut Munding sendiri menyampaikan pesan moral yang penuh sindiran.

Musisi lintas generasi asal Bandung yakni band Koil, grup Kuburan, dan penyanyi Doel Sumbang menghadirkan kolaborasi eksentrik.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Read Entire Article
| | | |