jpnn.com, JAKARTA - Komisi IX DPR RI mendesak Pemerintah untuk segera menyiapkan insentif khusus bagi para tenaga kesehatan (nakes) dan pemenuhan kebutuhan perawat yang menjalankan pelayanan kesehatan di lokasi bencana.
Menurut Wakil Ketua Komisi IX DPR RI Nihayatul Wafiroh, dikutip dari keterangan yang diterima di Jakarta, Selasa, insentif tersebut bukan sekadar persoalan finansial, tetapi juga bentuk penghargaan atas dedikasi tenaga kesehatan yang tetap bekerja dalam situasi sulit.
"Saya kira insentif buat para nakes yang menjadi korban gempa ini penting dan harus diperjuangkan. Mereka, di satu sisi, harus tetap melayani; di sisi yang lain, juga menjadi korban," kata Ninik, sapaan akrab Nihayatul Wafiroh.
Ninik mendorong pula agar Pemerintah tidak hanya berfokus menghadirkan dokter spesialis di lokasi bencana. Kebutuhan terhadap tenaga perawat, kata dia, juga harus menjadi perhatian.
"Bantuan tenaga medis jangan hanya untuk dokter spesialis, tetapi juga untuk perawat. Bisa mengambil dari poltekes yang ada agar perawat di tempat bencana memiliki waktu untuk beristirahat dan tidak mengalami burnout," kata Ninik.
Dia menilai kebutuhan tambahan tenaga perawat menjadi semakin bernilai penting, karena sebagian tenaga kesehatan di lokasi bencana juga merupakan korban gempa.
Komisi IX juga meminta pemerintah daerah segera melakukan pendataan terhadap rumah tenaga medis dan tenaga kesehatan yang mengalami kerusakan akibat gempa.
"Pemerintah daerah harus segera mendata rumah tenaga kesehatan dan tenaga medis yang rusak karena bencana agar bisa segera mendapatkan bantuan perbaikan dari pemerintah pusat," ujar Ninik.






















































