jpnn.com, BANDUNG - Konflik berkepanjangan Kebun Binatang Bandung atau Bandung Zoo rupanya mengancam keberlangsungan hidup satwa di sana.
Organisasi advokasi lingkungan yang fokus pada isu-isu konservasi dan kesejahteraan satwa liar, Geopix, melakukan kunjungan ke Bandung Zoo pada Rabu (14/1) dan menemukan adanya beberapa satwa yang diduga mengalami stres.
Kondisi ini disinyalir berkaitan dengan pengelolaan kebun binatang yang kurang layak.
"Temuan lapangan terkait dugaan kondisi stres Orangutan, Gajah dan Monyet Hitam, sangat mengkhawatirkan, memprihatinkan dan tidak boleh diabaikan," kata Senior Wildlife Campaigner Geopix Annisa Rahmawati dalam keterangan tertulisnya, Selasa (20/1).
Annisa mengatakan, pembukaan Bandung Zoo untuk pengunjung harus dilakukan dengan proses evaluasi pengelola dan pemerintah.
Dia menegaskan bahwa keselamatan dan kesejahteraan satwa harus menjadi prasyarat sebelum kebun binatang Bandung kembali dibuka untuk umum, kendati tengah dalam pusaran konflik internal.
"Kami mendesak lembaga pengelola Bandung Zoo, Pemerintah Kota Bandung, serta Kementerian Kehutanan untuk tidak tergesa membuka kembali kebun binatang tanpa memastikan kondisi satwa dan standar pengelolaan benar-benar layak," tuturnya.
Namun Annisa menyebut, kelayakan tersebut tidak sekadar terpenuhinya kebutuhan pakan yang telah dilakukan oleh Kementerian Kehutanan. Aspek-aspek lainnya yang mendukung pengelolaan juga harus diperhatikan.






















































